“Saat pembentukan kampung tangguh bencana (KTB), salah satu yang harus dimiliki adalah jalur evakuasi apabila terjadi bencana dan titik kumpul yang aman,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Nur Hidayat di Yogyakarta, Rabu.
Jalur evakuasi adalah jalur penyelamatan yang didesain khusus dengan menghubungkan semua area ke area yang aman sebagai Titik Kumpul penduduk atau masyarakat yang sedang berada di wilayah tersebut (Murtiadi, et.al., 2021). Jalur evakuasi berfungsi untuk mobilisasi penduduk dari ancaman bahaya ke
Kota ini mengalami gempa dan tsunami yang menyebabkan korban jiwa terbesar. Sejumlah 1.636 orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang daerah aman atau titik kumpul ketika terjadi bencana. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis lokasi titik kumpul dan jalur yang aman akibat banjir dan tsunami di Kota Palu.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola konfigurasi ruang terbuka pada kawasan kampus sebagai titik kumpul evakuasi ketika terjadi bencana. Penelitian ini pun bertujuan untuk
Jumlah APAR yang dibutuhkan adalah : 11000 / 6000 = 2 buah APAR. Sehingga penempatannya adalah pada titik 1 dan 2, tetapi tidak memenuhi persyaratan jarak tempuh, oleh karena itu perlu 4 buah APAR dengan penempatan pada titik 1,2,3 dan 4. Untuk daerah A, perlu APAR Klas B dengan rating 10-B atau 20 B Jumlah APAR yang dibutuhkan adalah :
Simbol-simbol evakuasi yang digunakan adalah simbol-simbol yang Gambar 6. Denah Jalur Evakuasi Lantai digunakan berdasarkan standar badan 2 penanggulangan bencana, seperti simbol arah jalur evakuasi, arah keluar, dan titik kumpul, dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1.
INSTRUMEN PEMANTUAN DAN PENGAWASAN K3 DI INDUSTRI. Hasil No Komponen Penilaian Keterangan Ya Tidak Tanggap Darurat Terdapat pintu keluar darurat (emergency 1. exit) Terdapat tanda/rambu yang jelas untuk 2. rute emergency exit Terdapat titik kumpul evakuasi (assembly 3. point) Terpadat APAR (Alat Pemadam Api 4.
B6Hqu.
titik kumpul evakuasi adalah