CeritaGagak dan Merak. Pada zaman dahulu,warna burung gagak dan Burung Merak ialah putih tanpa sebarang warna.Bulu mereka sangatlah putih dan bersih. Dilanjutkan cerita,Pada suatu hari Burung Gagak terbang mencari makanan dan terjumpa sebuah pondok.Dihadapan pondok itu terdapat banyak baldi-baldi besar.Burung Gagak pun menghampiri pondok
Suatuhari Si Kancil, binatang yang katanya cerdik itu, sedang berjalan-jalan di pinggir hutan. Dia hanya ingin mencari udara segar dan melihat matahari yang cerah bersinar. Di dalam hutan terlalu gelap karena pohon-pohon sangat lebat. Si Kancil ingin berjemur di bawah terik matahari. Di sana ada sungai besar yang airnya dalam sekali.
Kancilmenipu buaya pada cerita sebelumnya si kancil yang cerdik dapat memperdayai harimau ganas dan buaya sungai yang kelaparan. Dongeng fabel dengan tokoh utama si kancil yang cerdik ini selalu bisa menghibur pembacanya. Kancil kemudian berkata lagi, "sebenarnya aku hanya ingin menyeberangi sungai ini dan aku butuh jembatan untuk lewat.
TRIBUNJATENGCOM - Berikut adalah cerita fabel atau cerita binatang Kancil dan Buaya. Tentang seekor Kancil si Cerdik yang berhasil mengelabuhi belasan ekor buaya. Dikisahkan pada suatu siang yang terik, seekor kancil berjalan lunglai menahan haus dan lapar. Musim kemarau sudah tiba. daratan tempat tinggal Kancil sudah kering dan tak ada makanan.
Isicrita ringkas dan pendek - cerita sisipan dapat mengawal kesatuan cerita dengan cerita pokok agar sentiasa rapi. Peranan Sang Kancil sebagai watak binatang yang cerdik digambarkan mengenai kejayaannya melepaskan atau menyelamatkan diri ketika menghadapi kesulitan seperti dalam cerita "Sang Kancil memperdayakan gajah", "Sang
DongengSi Kancil dan Buaya Diposkan oleh Cerita Rakyat on Sunday, April 28, 2013 Fabel - Si Kancil dan Buaya Suatu hari Si Kancil, binatang yang katanya cerdik itu, sedang berjalan-jalan di pinggir hutan. Dia hanya ingin mencari udara segar, melihat matahari yang cerah bersinar. Di dalam hutan terlalu gelap, karena pohon-pohon sangat
Masihingat lagikah anda dengan kisah Sang Kancil yang cerdik. Rata-rata kita membesar dengan kisah-kisah teladan yang diturunkan sejak zaman berzaman. Kisah-kisah dongeng ini diperdengarkan sewaktu hendak tidur atau ketika bersantai duduk di beranda bersama atuk dan nenek. Pelbagai aksi dan tingkah dilakonkan mereka, juga dengan intonasi suara yang pelbagai untuk menarik minat kanak-kanak
xdPVWf. Si Kancil Suatu hari Si Kancil, binatang yang katanya cerdik itu, sedang berjalan-jalan di pinggir hutan. Di dalam hutan terlalu gelap, karena pohon-pohon sangat lebat dan tajuknya menutupi lantai hutan. Dia ingin berjemur di bawah terik matahari. Di sana ada sungai besar yang airnya dalam sekali. Setelah sekian lama berjemur, Si Kancil merasa bahwa ada yang berbunyi di perutnya. Wah, rupanya perutnya sudah lapar. Dia membayangkan betapa enaknya kalau ada makanan kesukaannya, ketimun. Namun kebun ketimun ada di seberang sungai, bagaimana cara menyeberanginya ya? Dia berfikir sejenak. Tiba-tiba dia meloncat kegirangan, dan berteriak “Buaya….buaya…. ayo keluar….. Aku punya makanan untukmu…!!” Begitu Kancil berteriak kepada buaya-buaya yang banyak tinggal di sugai yang dalam itu. Sekali lagi Kancil berteriak, “Buaya…buaya… ayo keluar… mau daging segar?” Tak lama kemudian, seekor buaya muncul dari dalam air, “Huaahhh… siapa yang berteriak siang-siang begini.. mengganggu tidur saja.” “Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak kau akan kumakan.” Kata buaya kedua yang juga muncul. “Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian “Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya. “Begini, maaf kalau aku mengganggu tidurmu, tapi aku akan membagi daging segar untuk buaya-buaya di sungai ini makanya harus keluar semua.” Mendengar bahwa mereka akan dibagikan daging segar, buaya-buaya itu segera memanggil teman-temannya untuk keluar semua. “Hei, teman-teman semua, kancil membagikan daging gratis. Ayo kita keluaaaar….!” buaya pemimpin berteriak memberikan komando. Tak berapa lama, munculanlah buaya-buaya dari dalam air. Dan kancil bilang ia akan menghitung buaya-buaya tersebut. Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentuk seperti jembatan. “Oke, sekarang aku akan mulai menghitung,” kata Kancil yang segera melompat ke punggung buaya pertama, sambil menghitung. Seterusnya sambil terus meloncat dari punggung buaya satu ke buaya lainnya. Hingga akhirnya dia sampai di seberang sungai. Hatinya tertawa, “Mudah sekali ternyata.” Begitu sampai di seberang sungai, Kancil berkata pada buaya, “Hai buaya, sebetulnya tidak ada daging segar yang akan aku bagikan. Tidakkah kau lihat bahwa aku tidak membawa sepotong daging pun?” “Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,” kata Kancil. “Ha!….huaahh… Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Awas kau ya.. kalau bertemu lagi ku makan kau!!,” kata buaya-buaya itu geram. Si Kancil segera berlari menghilang di balik pohon, menuju kebun Pak Tani untuk mencari ketimun.
- Dongeng Legendaris Si Kancil yang Cerdik, Materi Belajar dari Rumah TVRI. Program Belajar dari Rumah yang ditayangkan TVRI hari ini, Jumat 1 Mei 2020 diisi oleh beberapa tayangan hiburan yang mendidik, mulai dari film anak dan remaja, musik, parenting dan dongeng anak. Nah, dongeng anak yang ditayangkan TVRI dalam program Belajar dari Rumah ini ada Pani si Kelelawar dan Cerita si Kancil yang legendaris di Indonesia. Dalam dongeng anak Indonesia, kancil dikenal sebagai binatang yang pandai dan cerdik. Baca Juga Kematian Tanpa Dosa dalam Buku 'Matinya Tukang Dongeng' Ada banyak cerita Kancil yang berhasil meloloskan diri dari bahaya berkat kecerdikannya itu. Dari sekian banyak cerita tentang si Kancil, berikut 3 dongeng si Kancil yang mengandung pesan moral yang diolah dari Tiga dongeng atau cerita si kancil yang legendaris ini menarik dibaca para siswa yang kini banyak berada di rumah aja, karena diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar PSBB sebagai upaya untuk menekan laju penyebaran virus Corona Kancil Bertemu BuayaPada suatu hari Kancil sedang berjalan-jalan di hutan. Tiba-tiba perutnya terasa lapar. Lalu ia melihat ada banyak buah segar yang ada di seberang sungai deras. Kancil pun bingung, bagaimana caranya ia dapat melewati sungai untuk mendapatkan makanan. Akhirnya, Kancil menemukan ide cemerlang untuk dapat menyeberangi sungai. Lalu Kancil pun memanggil seekor buaya yang tinggal di dalam sungai. "Hey buaya keluarlah, aku punya kabar gembira" Baca Juga 3 Film yang Diadaptasi dari Dongeng Red Riding Hood, Alur Ceritanya Berbeda Mendengar suara Kancil, akhirnya seekor buaya keluar dan mendekati Kancil. "Ada apa Kancil, kau mengganggu tidurku!" sahut sang buaya. "Aku akan membagikan banyak daging segar untuk kalian" kata Kancil dengan wajah ceria. "Di mana daging itu?" jawab buaya dengan raut wajah buasnya. "Sepertinya dagingnya cukup banyak, kau harus memanggil teman-temanmu untuk memakannya juga. Akhirnya buaya besar itu memanggil kawanan buaya yang lain. Setelah semua berkumpul, Kancil meminta mereka untuk berbaris rapi. "Untuk apa kami harus berbaris?" tanya sang buaya "Aku harus menghitung berapa jumlah kalian untuk membagikan daging secara merata" Kancil pun berhasil meyakinkan mereka dan buaya-buaya tersebut membuat barisan seperti membentuk sebuah jembatan. "Baik aku akan mulai menghitung, satu... dua... tiga..." kata Kancil sambil menginjak satu per satu buaya melewati aliran sungai yang deras. Kancil pun berhasil menyebrangi sungai dengan melewati sekumpulan buaya itu. Setelah itu ia tertawa terbahak-bahak. "Hahahaha sebenarnya aku tak membawa daging sedikit pun, aku hanya ingin kalian berbaris agar aku dapat menyeberang sungai. Ternyata mudah sekali memanfaatkan kalian!" kata Kancil Sekelompok buaya tersebut akhirnya marah dan hendak memakan Kancil. Tetapi sudah terlambat karena Kancil sudah lari menjauh dari mereka. Cerita ini membuktikan bahwa kecerdikan dapat mengalahkan kekuatan. Selanjutnya Si kancil Bertemu Harimau dan Ular ...
Kancil merupakan salah satu hewan yang sering kali muncul di dongeng-dongeng anak. Sumber merupakan suatu karya sastra yang digemari anak-anak. Karya sastra ini juga biasanya dijadikan sebagai media oleh orang tua dan guru untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada satu jenis dongeng yang disukai anak-anak adalah fabel. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, fabel adalah cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh ini juga menyebutkan bahwa contoh hewan yang sering digunakan sebagai penggambaran suatu karakter adalah kancil. Hewan kancil pada dongeng-dongeng umumnya digambarkan sebagai sosok yang memanfaatkan kecerdikan, kancil dinilai dapat menyampaikan sejumlah nilai-nilai positif bagi para pembaca dongeng. Berikut contoh cerita dongeng kancil singkat yang ditulis oleh Atisah dalam karyanya yang berjudul Kalah Oleh Si Cerita Dongeng Kancil SingkatSalah satu contoh dongeng kancil singkat adalah dongeng dengan judul "Kancil yang Selalu Ingat Tuhan". Sumber yang Selalu Ingat Tuhan"Seekor kancil jantan yang tanduknya baru ke luar, menandakan dia baru saja tumbuh dewasa, sangat kehausan. Bibirnya pecah-pecah. Ia telah berlari ke sana ke mari mencari sumber air, tapi setetes pun tak jantan itu sangat sedih dan tubuhnya sudah lemas. Ia duduk sujud seperti manusia memuja Tuhan. Hatinya menjerit meminta pertolongan kepada Tuhan yang Mahakuasa.“Ya Allah yang Mahagung, hamba mohon pertolonganmu. Hamba kehausan dan kelaparan. Berilah hambamu ini sedikit air dan rumput.”Setelah sujud, ia duduk lalu melihat-lihat ke kiri ke kanan, ke depan dan ke belakang. Ajaib, dari arah depan ia melihat gerumbulan pepohonan yang agak kehijauan di sebuah berlari ke tempat itu. Tempat itu ternyata cukup jauh. Ia melewati kebun ilalang yang baru saja dibakar orang sampai badan kancil itu kotor terkena ia tidak mempedulikannya. Keinginannya hanya satu, yaitu ingin cepat minum. Kancil sampai ke sebuah bukit. Pohon-pohon dan rerumputan di bukit itu ternyata masih subur.“Oh! Sumber airkah itu?” kata kancil bicara sendiri. Ia kemudian mencermati keadaan sekelilingnya. Ternyata ada aliran itu,tanaman dan rumput di pinggir cekungan air itu pun warnanya hijau. “Terima kasih Tuhan, doa hamba-Mu dikabulkan,” kata Kancil. Ia tidak buru-buru minum dan makan. Namun, sujud syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Setelah itu, ia baru minum pelan-pelan. Ternyata di belakang kancil ada seekor serigala yang tengah memburunya. Kancil tidak menyadari keadaan itu. Serigala sendiri ragu-ragu karena badan Kancil yang belang-belang kotor itu seperti anak Harimau. Sementara, kepalanya seperti kepala Kancil. Jadi, serigala itu hanya mengawas-awasi berbuat seperti itu ternyata tidak hanya Serigala, juga seekor Macan Tutul tengah mengintip di atas sebuah pohon. Kancil tenang-tenang saja karena tidak mengetahui dirinya dijadikan rebutan dua binatang Tutul dari atas dahan meloncat ke hadapan kancil. Ia takut keduluan Serigala “Macan Tutul, jangan ganggu buruanku!”“Enak saja. Ini jatahku, tahu?” Serigala marah kepada Macan macan tutul juga marah karena merasa terganggu. “Celaka!” Kata Kancil sambil mengelus dadanya. Kancil sangat kaget di hadapannya ada dua hewan pemangsa yang memperebutkan dirinya. Ia sangat takut karena melawan seekor binatang pemangsa saja tidak berdaya. Apalagi, jika harus melawan dua binatang ketakutannya, Kancil sujud dan berdoa kepada penciptanya memohon agar dirinya dibebaskan dari kedua hewan ini/Setelah berdoa, ia merasa mempunyai kekuatan. Kancil membentak kedua binatang yang tengah bertengkar itu.“Serigala dan Macan Tutul! Selamat datang. Kalian pasti haus dan lapar. Mari kita minum. Air ini berasal dari Allah untuk kita minum.”Serigala dan Macan Tutul berhenti bertengkar. Mereka Kaget mendengar suara Kancil yang kencang dan penuh keberanian“Benar katamu. Aku ingin minum dan ingin makan. Untuk minum ada air. Untuk makan ada kamu. Kamu juga sama untuk minum ada air untuk makan ada rumput,” kata Macan Tutul.“Kancil, kamu bukan jatah Macan Tutul, tapi untukku. Aku yang sudah mengikutimu sejak lama.”“Bukan, kamu bukan jatah serigala. Tapi, jatahku. Aku yang punya hak sebab aku yang mengawasi dan mengikuti gerak-gerik kalian.”Ilustrasi dongeng kancil. Youtube Peachblossom.“Heh, kalian! kenapa ngomongnya ngawur. Apa kalian tidak tahu, siapa aku? Kepalaku memang Kancil, tapi badanku Macan Lodaya. Jadi, kesukaanku bukan hanya rumput, juga daging Serigala. Tandukku sakti. Siapa yang kutubruk, langsung mati dan dagingnya kupakai sarapan," kata Tutul dan Serigala terkejut mendengar kata-kata Kancil. Malahan Serigala merasa agak takut.“Sekarang aku tak akan makan daging sebab ada rumput. Silakan serigala untuk Macan Tutul sebab Macan Tutul tak mau makan rumput atau sebaliknya, Macan Tutul untuk serigala. Kalau tidak habis, aku dibagi supaya kenyang. Makan daging sebagai pencuci mulut, kan enak’.”Kancil lalu minum sekenyangnya, kemudian makan rumput, dan pura-pura tidak punya rasa takut kepada kedua binatang pemangsa itu. Sementara itu, serigala dan Macan Tutul berkelahi. Mereka saling menggigit, saling mencakar, dan saling membanting. Siapa yang kalah dagingnya akan kenyang kancil kabur menyelamatkan diri. Sambil tidak lupa ia berterima kasih kepada Allah pencipta itu, Serigala yang bertengkar dengan Macan Tutul telah berhenti. Serigala jadi pincang dan buta dianiaya Macan Tutul, kemudian ia melarikan diri. Macan Tutul pahanya sempat digigit Serigala.
Dongeng Untuk Anak, Si Kancil Yang Cerdik GENCIL NEWS – Dongeng adalah salah satu cerita naratif yang kerap diceritakan untuk anak-anak. Selain menghibur, dongeng juga memiliki nilai-nilai moral yang dapat diambil oleh anak-anak. Berikut adalah dongeng yang berjudul “Si Kancil yang Cerdik”. Pada suatu hari, si kancil yang cerdik sedang berjalan-jalan di hutan. Tiba-tiba dia melihat seekor singa yang sedang tidur pulas. Si kancil berpikir untuk mencoba menggodanya. Dia mengambil seikat rumput dan memasukkannya ke dalam hidung singa. Singa bangun dan marah besar ketika merasakan rasa sakit di hidungnya. “Siapa yang melakukan ini pada saya?!” teriak singa. Si kancil berlari dan menyembunyikan dirinya di balik pohon. Singa mencari-cari siapa yang telah melakukan ini padanya, tapi dia tidak bisa menemukan siapa-siapa. Akhirnya, dia berjalan pergi dan si kancil tertawa senang karena berhasil mengelabui singa. Tidak lama kemudian, si kancil berjalan-jalan di hutan lagi dan bertemu dengan seekor beruang. Dia memutuskan untuk menggodanya juga. Si kancil mengambil sebuah balok kayu dan meletakkannya di jalan di depan beruang. Beruang itu jatuh tersungkur ketika menabrak balok kayu itu. “Siapa yang melakukan ini padaku?!” teriak beruang. Si kancil berlari lagi dan bersembunyi di balik pohon. Beruang mencari-cari siapa yang telah melakukan ini padanya, tapi dia tidak bisa menemukan siapa-siapa. Akhirnya, dia berjalan pergi dan si kancil tertawa senang karena berhasil mengelabui beruang. Keesokan harinya, si kancil kembali berjalan-jalan di hutan dan bertemu dengan harimau. Kali ini, si kancil berpikir untuk menggodanya juga. Si kancil menyemprotkan cabai ke mata harimau. Harimau berteriak kesakitan dan mencoba mencari-cari si kancil, tapi dia tidak bisa menemukannya. Si kancil senang karena telah berhasil mengelabui tiga binatang besar di hutan. Dia tersenyum puas ketika melihat mereka berjalan pergi dengan kesal. Namun, dia juga merasa bersalah karena telah menyakiti binatang-binatang itu. Dari pengalaman ini, si kancil belajar untuk tidak mengelabui orang lain hanya untuk kesenangannya sendiri. Dia juga belajar untuk memikirkan perasaan orang lain dan tidak menyakiti mereka. Akhirnya, si kancil merasa lega karena telah memperbaiki perilakunya. Dongeng ini mengajarkan anak-anak untuk tidak menyakiti orang lain dan memikirkan perasaan orang lain. Anak-anak juga dapat belajar untuk tidak memanipulasi orang lain untuk kesenangan pribadi mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, penting untuk mempertimbangkan bagaimana
Jakarta - Cerita si kancil merupakan salah satu dongeng anak yang paling populer, Bunda. Hampir semua anak pernah mendengar atau membaca kisah hewan yang satu dongeng berjenis fabel, yang mana tokoh utamanya adalah seekor hewan yaitu si kancil. Ya, cerita fabel memang digemari oleh anak-anak karena menampilkan hewan-hewan yang berwatak seperti halnya kisahnya, kancil dikenal sebagai hewan yang cerdik dan lincah, sering kali hewan lainnya bahkan manusia tertipu dan terpedaya olehnya. ADVERTISEMENT SCROLL TO RESUME CONTENT Meski identik dengan kecerdikan karena tipu muslihatnya, namun dongeng ini tetap memiliki sisi positif yang mengandung pesan moral secara tersirat lho ketika kawanan buaya ingin memakan si kancil, dia membodohi para buaya untuk berbaris terlebih dahulu agar dapat menyeberangi sungai dengan menaiki satu persatu punggung dari buaya tersebut hingga dia ini menunjukan ketenangan si kancil dalam menghadapi masalah. Dengan menggunakan akal pikirannya, dia mampu mencari jalan keluarnya. Sebuah studi berjudul Analisis Buku Dongeng Si Kancil Karya Tira Ikranegara dalam Peningkatan Nilai Moral menyebutkan bahwa kisah si Kancil ini mengajarkan anak untuk berpikir seekor kancil saja bisa menggunakan akal dan pikirannya ketika mendapatkan masalah, mengapa manusia yang diberikan kelebihan akal dan pikiran tidak bisa?Nilai-nilai positif seperti itulah yang diperlukan dalam mendidik anak. Bunda bisa memasukan cerita kancil sebagai materi dongeng anak sebelum mereka beranjak beberapa versi tentang dongeng si kancil. Kebanyakan dari kisahnya disandingkan dengan tokoh lain seperti kancil dan buaya hingga kancil dan pak tani. Adapun berikut kumpulan kisahnyaIlustrasi membacakan dongeng/ Foto iStockphoto/Nattakorn ManeeratKancil dan buayaDikisahkan pada suatu hari, kancil yang lapar sedang berjalan-jalan di dalam hutan untuk mencari makanan. Tubuhnya terasa lemas karena seharian tidak mendapat cukup dia tiba di suatu sungai. Tanpa sengaja, dia melihat makanan kesukaannya di seberang sana. Dia pun berniat untuk segera menyeberangi sungai di tengah-tengah usaha percobaanya, dia dihadang oleh seekor buaya yang mencoba untuk menyantapnya. Ya, ternyata si kancil harus menyeberangi sungai yang dipenuhi sekumpulan buaya yang ada perasaan takut, si kancil pun tidak kehabisan akal. Dengan kecerdikannya, dia berkata pada buaya bahwa ia sedang dalam kondisi lapar. Sehingga membuat tubuhnya kurus kering dan tidak enak untuk pun menjelaskan sedang membutuhkan makanan yang ada di seberang sungai, dengan dalih tubuhnya akan semakin gemuk setelah makan yang tentunya lebih enak disantap oleh buaya dan hal itu, buaya pun tertarik. Kemudian kancil menyuruh para buaya untuk berbaris berjajar. Kancil pun lantas menginjak barisan buaya itu, satu per satu sambil menghitungnya. Padahal dia sedang memperdaya semua buaya tersebut agar bisa selamat sampai seberang dan harimauPada suatu hari, si kancil sedang berjalan-jalan di hutan sambil menikmati rumput santapannya. Tiba-tiba dia dikagetkan dengan seekor Harimau kelaparan yang muncul tepat berada di tersebut berniat memangsa kancil untuk dijadikan santapannya. Sadar kalau hidupnya dalam bahaya, si Kancil pun tidak kehabisan akal. Dia berkata jika harimau memakannya sekarang maka harimau akan melewatkan kesempatan untuk mendapatkan sabuk sang yang memakainya, maka dia akan bisa terbang dan kuat seperti dewa yang juga pasti akan menjadi raja hutan cerita tersebut, harimau tertarik dan urung memakan kancil, tetapi dengan syarat kancil harus menunjukkan dimana sabuk dewa itu Kancil menunjukkan tempat sabuk dewa itu berada. Tepatnya di pohon dekat sungai. Sabuk tersebut terlihat tergantung di atas pohon. Tanpa berpikir panjang, harimau pun hendak mengambil sabuk bukanya sabuk dewa yang dia dapat, melainkan seekor ular raksasa yang berada depannya sembari melilit si mencuri timunMerupakan kisah kenakalan kancil yang selalu mencuri ketimun di ladang kak tani. Karena merasa geram, pak tani pun inisiatif menyiapkan perangkap untuk menjebak si disangka, pak tani berhasil menangkapnya kemudian memasukkannya ke dalam kurungan kandang hari seekor anjing peliharaan pak tani datang dan tertarik melihat kancil yang sedang berada dalam kurungan. Dia bertanya tentang alasan kenapa si kancil berada dalam kurungan pun menceritakan bahwa dia akan diajak oleh pak tani pada suatu pesta. Dia dikurung karena pak tani khawatir kancil akan hal itu, sang anjing pun merasa iri dan kesal karena merasa tidak pernah sekalipun diajak untuk mengunjungi pesta. Kancil pun mengambil celah dengan mempengaruhi anjing agar mau bertukar tempat pikir panjang, sang anjing bersedia untuk masuk ke dalam kurungan tersebut. Kancil pun menguncinya dari luar dan bergegas pergi secepatnya dari tempat juga Bunda, manfaat mendongeng untuk anak, dalam video berikut[GambasVideo Haibunda]Foto Mia Kurnia Sari haf/haf
ringkasan cerita si kancil yang cerdik