Architectureprojects from Budi Pradono Architects, based in Jakarta - Indonesia, an Architecture Office firm centered around Residential Architecture DancingMountain House yang dirancang oleh Budi Pradono ini memang lebih mengedepankan sisi tradisional. Dapat dilihat di lingkungan tersebut tentunya hampir semua pohon besar yang ada di lingkungan tersebut dipertahankan. Hal ini untuk menonjolkan rumah tersebut bertajuk alam. Di tengah taman tersebut dapat Anda temukan sebuah pohon 21 Dancing Mountain House. a) Lokasi dan Objek Survey Nama : Dancing Mountain House Lokasi : JL. Flamboyan, daerah Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga Pendiri : Arsitek Budi Pradono. b) Kondisi, Tapak, Bangunan Merupakan salah satu bangunan rumah tinggal yang menerapkan konstruksi 3Budi Pradono. Budi Pradono, arsitek yang membangun Dancing Mountain House. Bangunan ini terbuat dari bahan dasar bambu dan dirancang agar mudah dibangun. Atapnya mirip dengan bentuk gunung Merapi, Telomoyo, Tidar, dan Andong yang berada di sekitar Salatiga. Bagian dalam rumah dibuat tanpa sekat untuk menonjolkan suasana intim BudiPradono of Budi Pradono Architects suggested that it is important that architects “have a sensitivity of place”, among other qualities and attitudes such as the willingness to experiment and to propose new ideas for living. These include Dancing Mountain House and I Shelter Banyuwangi pavilion—buildings whose forms echo the ContentiousCottage - Sherwood Forest, Maryland - This project is located in a century-old community established as a summer retreat. Original cottages, averaging only 750 SF, were designed in the picturesque Adirondack rustic style employing green, horizontal siding, rustic locust post porches, railings and architectural ornament – all prescribed by design covenant. RafaelMahdavi + Jonathan Shimony 282 Manifold Design 284 Rodolphe Mertens 286 Min2 288 NMD | NOMADAS 290 Parc Architectes 292 Budi Pradono 294 Sanjay Puri 296 Rintala Eggertsson 298 Eduardo Souto CkGU. 0% found this document useful 0 votes439 views11 pagesDescriptionAnalisis Dancing Mountain HouseCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsPPTX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes439 views11 pagesAnalisis Dancing Mountain HouseJump to Page You are on page 1of 11 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 10 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Desain Aristek Budi Pradono di Tanah Salatiga P House, proyek rumah individu karya arsitek Budi Pradono di tanah Salatiga dengan bangunan modern dan desain sophisticated. 17 Nov 2016 Dancing Mountain House atau P House, demikian ia disebut oleh pendirinya, arsitek Budi Pradono dari Budi Pradono Architects BPA adalah proyek rumah individu yang berdiri di tanah Salatiga, Jawa Tengah. Proyek P House melibatkan masyarakat setempat dalam pengerjaannya. “Saya menggunakan metode merancang sesuai dengan kemampuan masyarakat setempat. Konstruksinya berbahan dasar bambu dengan meminjam’ bentuk-bentuk puncak gunung yang mengelilingi kota dan pedesaan Salatiga, yakni gunung Merapi, Telomoyo, Tidar dan Andong untuk atap rumah”, ujar Budi Pradono. BPA mengkombinasikan semangat artisanal dari tukang-tukang otodidak yang terbiasa membangun rumah-rumah desa dengan pengetahuan arsitekturalnya. Hasilnya adalah bangunan modern dengan desain sophisticated, yang menggunakan material tradisional semacam batu kali dan bambu. Budi juga menambahkan bahwa rumah tersebut didedikasikan untuk almarhum ayahnya, seorang pendidik dan pengajar di Salatiga. Selain membangun ingatan kolektif bagi keluarga besarnya, ia juga menggagas bangunan mungil perpustakaan umum bagi masyarakat setempat. Begitu indahnya semangat pengerjaan dan hasil karya P House, rumah ini kemudian meraih penghargaan dari Arcasia Award for Architecture AAA 2016. Oleh salah seorang juri, Rebecca Lo, dikatakan P House mampu menciptakan memori intim masa lalu dan jiwa keluarga secara sekaligus. “Saya juga kagum dengan penggunaan materi-materi di rumah lama yang ditransformasikan ke rumah baru, semacam romantika yang terus dibawa oleh keluarga, dan disaat bersamaan memberi cukup ruang publik bagi masyarakat sekitar dengan hadirnya perpustakaan” kata Rebecca.WS. Foto Dok. BPA AuthorDEWI INDONESIA ARTIKEL LAINNYA Budi Pradono yang menampilkan karya "Get Well Soon"di Galeri Nasional pada Juli silam.... Sebagai salah satu situs candi Buddha terluas di Indonesia, Nia Dinata mengangkat kisah peradaban Muarajambi dan kehidupan masyarakatnya hingga kini... Christie Basil menggunakan elemen “burung” dan “sangkar” sebagai analogi perjalanan kehidupan menuju sebuah pernikahan... Sejauh Mata Memandang berkesempatan menampilkan koleksinya dalam perhelatan yang digagas oleh Kedutaan Indonesia di Bulgaria dengan Duta Besar Iwan Bogananta Bulgaria, Albania dan Makedonia Utara ... Koleksi kapsul yang menampilkan sandal ciri khas Rajnik dan dihiasi oleh hiasan tiga dimensi khas Aidan dan Ice... Karakter wewangian yang kuat dari Dolce & Gabbana Eau De Parfum terbaru untuk tampil berani dan percaya diri... Hampir 10 tahun berlalu, Le Quartier masih dipandang sebagai salah satu restoran terdepan di Jakarta berkat komitmennya untuk selalu mengedepankan kualitas yang unggul....

dancing mountain house budi pradono